Sebagian besar
oprasi nirlaba kurang menjalankan riset pemasaran seperti yang seharusnya
karena adanya mitos:
1. Mitos
“Big Decision”
Seringkali
riset pemasaran dianggap perlu hanya untuk keputusan-keputusan yang hanya
melibatkan resiko keuangan yang tinggi, dan pada kasus seperti ini harus
dilakukan.
2. Mitos
“Survey Myopia”
Informasi
yang dapat dipercaya dan dapat meningkatkan keputusan pemasaran dan dapat
dianggap sebagai riset pemasaran.
3. Mitos
“Big Bucks”
Agar
menjadi pemakai riset pemasaran yang berpendidikan, manajer harus tahu
bagaimana dan kapan harus melakukan riset survey tradisional dan bagaimana dan
kapan menggunakannya.
4. Mitos
“Sophisticated Researcher”
Para
eksekutif nirlaba yang berencana akan
melakukan program riset seharusnya telah mengenal paling tidak prinsip-prinsip
dasar dari sampling acak, rancangan kuesioner, dan presentasi grafik dan
hasilnya.
5. Mitos
“Most-Research-Is-Not-Read”
·
Dilakukan setelah manajer menjelaskan
kepada peneliti mengenai alternative-alternatif keputusan yang ada dan
keputusan mana yang memerlukan informasi tambahan.
·
Hubungan antara hasil dan keputusan
jelas dimengerti.
·
Hasil-hasilnya dikomunikasikan dengan
sebaik-baiknya.
Jadi organisasi
nirlaba berasumsi bahwa riset pemasaran hanya dipakai untuk keputusan-keputusan
penting, yang melibatkan survey besar, waktu yang banyak, selalu mahal,
memerlukan peneliti yang canggih, dan jika sudah selesai biasanya tidak selalu
siap pakai. Tetapi riset yang memakai berbagai teknik yang berbeda, banyak
diantaranya dengan biaya rendah, dapat menjadi sangat berharga bagi
bermacam-macam keputusan.
Riset dapat
membantu manajer menggambarkan, menjelaskan, atau meramal karasteristik pasar.
Banyak riset nirlaba yang diterapkan, meskipun beberapa diantaranya berupa
riset dasar atau metodologi. Kondisi yang diterapkan menyediakan kerangka yang
baik bagi keputusan anggaran dan rancangan proyek riset tertentu.
Ada beberapa
pendekatan dalam penganggaran riset, termasuk riwayat pencapaian, persen
pendapatan, perbandingan kompetitif, dan penganggaran yang baik. Pendekatan
biaya-manfaat dipilih, karena secara eksplisit memperhitungkan penggunaan
hasil-hasilnya. Teori keputusan formal memperbolehkan manajer mengestimasi
kerugian ekonomik karena ketidakpastian menegnai tindakan yang seharusnya
diambil. Ini jelas menunjukkan batasan atas anggaran riset. Jumlah sebenarnya
yang dapat dipakai kemudian bergantung kepada kualitas yang dicapai
pengeluarannya.
Aplikasi
orientasi juga menyarankan proses desain riset “kebelakang”. Di sini manajer riset
pertama melihat keputusan yang harus diambil dengan memakai hasil riset dan
kemudian bekerja mundur untuk merancang studi yang dapat menginformasikan
keputusan dengan sebaik-baiknya. Langkah kedua adalah menentukan format laporan
yang mampu memberikan informasi yang berguna secara manajerial. Bentuk laporan
selanjutnya menyarankan tipe analisa yang dibutuhkan, yang dapat menjelaskan
cara dikumpulkan dan diproses.
Manajemen proyek
individual harus melibatkan perhatian yang penuh dalam kaitannya dengan bias
potensial dan kemudian evaluasi yang tepat untuk keberhasilan atau kegaga;an
setelah proyek selesai. Evaluasi dan control tersebut terutama penting jika
organisasi mengembangkan program berkesinambungan dalam riset strategis selama
beberapa tahun.
Pengukuran
dan Peramalan Pasar
Dalam rangka
menjalankan tanggung jawab perencanaan, pelaksanaan, dan control pemasaran,
manajer pemasaran memerluikan ukuran luas pasar mutakhir dan yang akan dating.
Kami mendefinisikan pasar sebagai sekumpulan pembeli potensial dan yang
sesungguhnya atas suatu penawaran. Terhitung dalam pasar berarti memiliki
minat, kemampuan transaksi, dan akses terhadap penawaran. Tugas pemasar adalah
mengidentifikasi berbagai tingkat pasaryang diselidiki, seperti pasar
potensial, pasar tersedia, pasar tersedia memenuhi kriteria, pasar yang
dilayani, serta penetrasi pasar.
Langkah berikutnya
adalah memperkirakan ukuran permintaan terakhir. Total permintaan terakhir
dapat diperkirakan melalui metode rasio-rantai, yang menyangkut pengkalian
suatu angka dasar dengan persentase-persentase yang tepatuntuk mendapatkan
pasar yang ditetapkan. Permintaan pasar wilayah dapat diperkirakan dengan 4
cara: analisis wilayah atas penjualan mutakhir, indeks factor-tunggal, indeks
factor-multiple, atau indeks sesuai jarak. Memperkirakan permintaan industry
sesungguhnya memerlukan identifikasi pesaing-pesaing yang relevan dan
menggunakan beberapa metode untuk mengestimasi penjualan masing-masing pesaing.
Akhirnya, organisasi sebaiknya membandingkan penjualannya dengan penjualan
industry untuk mengetahui apakah pangsa pasarnya telah meningkat atau menurun.
Untuk memperkirakan
permintaan masa depan, organisasi dapat menggunakan salah satu atau kombinasi
dari 5 metode peramalan: survey minat pembeli, perkiraan perantara, uji pasar,
analisis time-series, atau analisis permintaan statistic. Metode-metode ini
bervariasi dalam ketepatannya tergantung dari peramalan, jenis produk, dan
ketersediaan serta relabilitas data yang diinginkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar